that's the REAL life.

Senin, 06 Januari 2014

do you ever think?


i

please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Do you ever think if it will happen to us? to our relationship, especially me?
It hurts most.
I'm broken. No Hope.
What did you want from me?
A new hurt ?
I'm not your rest!


Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.

Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.

Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.

Do you ever think?

Jan 06 2014
10.25pm




Senin, 30 Desember 2013

the thing that I couldn't explain

mengapa cinta membuatku mencintaimu ketika pada saat yg sama kau mencintai orang yang bukan aku? 
ketika telah siap membuka hati, akupun harus siap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?

Ia adalah alasan mengapa airmata ini menetes
Ia adalah alasan mengapa hati ini terluka
Ia ada karena sebuah alasan : cinta.

Cinta.


Bagaimana bisa kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau juga buat luka yg baru ?
Bagaimana bisa kau datang membawa asa, namun kau jatuhkan air mata?

Waktupun tak dapat menjawabnya.
Meski kadang ia tahu kau sempat torehkan luka
Dipermukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata
kita begitu fasih menjatuhkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan
Sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkari hatimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat
aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam yang tak pernah ku harapkan datang
kita begitu hafal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara untuk bertahan
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai
tentang berjuta rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain
Jauh dari yang tak pernah kembali
Jauh dari yang pernah terjadi

Pernahkah kamu berpikir,
bagaimana seandainya kalau aku dan kamu menjadi pasangan paling hebat di dunia?
ataukah kita akan menjadi pasangan paling tidak waras di dunia?
Bukankah sebelum kita bertemu, aku baik-baik saja tanpa kau?
dan kau juga baik-baik saja tanpa aku?
Bukankah sebelum kita bertemu semuanya bergerak seperti biasa dan apa adanya?
Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah bahagia menjadi luka, untuk apa ia ada?


Dec 30 2013
05.25 pm


Senin, 23 Desember 2013

Jogjakarta momments

JOGJAKARTA
the place which much momments begin..
happiness or sadness,
My Lovelytown!

there are some picts when my friends and I went there at November 28, 2013

Malioboro




Menara Tugu Jogjakarta

ardian ngeksis 




The House Of Raminten Jogjakarta

nasi kucing nih... tapi cukup mengenyangkan :D

santapo lezatto


yang ini hidangan part 2

ketemuan sama Prima, sahabat sejak SMA

These pictures are Made in Jogja at October 28 2013
Still miss you Jogjakarta! :D


I'm falling for you, you're falling for HER :')

Perpisahan, inilah akhirnya.
Harusnya aku menyadari, bahwa kebahagiaan itu bukan milik kita.
Karena bila bahagia itu adalah milik kita, tak akan pernah berakhir dengan kepedihan!
Kita bertemu untuk dipisahkan, bukankah begitu?
Aku sudah memberimu pilihan, aku akan memaafkanmu bila kau mau berubah, atau berpisah dan jangan pernah ada lagi komunikasi diantara kita.
Karena aku tahu, mengingatmu adalah hal yang menyakitkan.
Dan kau telah memilih.
Kau hanya berkata tidak ingin lagi menyakitiku.

Maaf, bila aku tidak bisa menjadi dia yg kamu anggap selalu 'sempurna' meski dia selalu torehkan luka di hatimu.
Dia yang selalu menjadi nomor 1 di hatimu.
Aku yang terlalu bodoh untuk menyadari, bahwa aku hanyalah jeda di kehidupanmu.
Kau dekatiku hanya untuk membuat dia kembali bukan?
Dan sekarang semua yang kau inginkan sudah terjadi.

Mendua tepat didepanku, aku melihatnya sendiri.
Ya Tuhan,
setega itukah dia?
Aku tidak menyangka.
Bagaimana bisa dia yang menghapus airmataku selama ini, dan dia juga yang membuat hatiku hancur?
Orang yang selama ini membuatku tertawa, dia lah yang membuat tangis ku paling kencang, dialah yang membuat luka di hatiku.

Dan sekarang aku sadar, mungkin aku tidak bisa menjadi seperti dia yang kau mau.
dan aku sadar, dia lebih baik dariku.
Melepasmu walaupun berat, harus aku lakukan.
Karena aku menyayangi hatiku.
Sudah cukup luka yang kau torehkan selama ini.
Sudah cukup airmata yang jatuh karenamu.

Dan yang aku tahu sekarang adalah, 
Mengapa Alloh mempertemukan aku denganmu?
karena Dia ingin aku lebih KUAT dari sebelumnya.
karena Dia ingin aku belajar tegar.
karena hidup yang sesungguhnya itu tak mudah.


kepada kamu yang pernah menjadi nomor 1 di hatiku,
kepada kamu yang dulunya aku cintai sepenuh hati dan jiwa
kepada kamu yang senantiasa membuatku tersenyum dan tertawa,
Terima Kasih, karena memberiku pelajaran :
menyadarkanku bahwa semua yang kulakukan untukmu hanyalah sia-sia

Terima Kasih kepada Alloh swt Sang Maha Cinta.
karena telah menyadarkanku, bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukku.


#quote : Jika kau lelah menghapus airmata mu karena dia,lebih baik kau menghapus dia yang terus membuatmu terluka dari hidupmu.
Mario Teguh.

Dec 24 2013
10:45 am

falling for you :')

Dec 22 2013
11: 50 pm

Ya Alloh,
Inikah kenyataan yg harus hamba alami ?
Kepada dia yg aku cinta, inikah balasannya?
Mendua.
Pedih memang.
Bagaimana bisa kau menjatuhkan pilihan di keduanya?
Bagaimana bisa kau membahagiakan 1 hati sedangkan hati yg lainnya tersakiti ?
Engkau pernah berjanji, bahwa tiada lagi kata ‘dia’ di kehidupan cinta kita.
Namun apa yg terjadi ?
Ya Tuhan
Inikah makna cinta yang sesungguhnya?
Menyakitkan.
Bagiku cinta tak pernah berakhir bahagia.
Kalau cinta sejati itu ada, pasti Juliet tidak akan pernah meninggalkan romeo
Begitu pula dengan rama & sinta.
Tapi cinta berkehendak lain. Cinta memisahkan hubungan antara kedua nya.
Sesungguhnya aku menyadari, aku tidak akan pernah bisa menjadi pengganti dia.
Sosok yang terlalu sempurna untuk mengisi ruang hatimu.
Bodohnya, aku tak pernah menyadari.
Aku hanya terlalu bergantung pada harapan.
Harapan yang harusnya aku kubur dalam-dalam sedari dulu.

Aku mencintaimu
(mungkin) keputusan terbodohku yang pernah aku buat.
Ya Alloh, dimana pemikiranku berada?
Aku mencintai seseorang yang jelas-jelas menyimpan separuh hatinya untuk orang lain.
BODOH !
Filosofi cinta memang sulit dipikir dengan logika.
BODOHnya lagi, seburuk apapun perlakuan dia yg kau cinta terhadapmu, engkau akan selalu memaafkan kesalahannya. Meski hatimu hancur sekalipun? YA !

Ya Alloh,
Aku bisa apa sekarang?
Aku dulu mungkin masih bisa mengerti mengerti dan mengerti akan permasalahan yg kau hadapi di rumah.
Dan aku memilih bertahan.
Alasannya 1 : cinta. Apa itu kurang jelas?
Aku terlanjur memberikan seluruh hatiku untukmu, lalu inikah balasannya?
Seakan akan kau remukkan hati itu lalu membuangnya jauh-jauh dari kehidupanmu.
Dimana hatimu wahai lelaki?
Kami sbg wanita (mungkin) hanya bisa meratapinya.
SAKIT memang, namun apa yg bisa aku lakukan?
Semua yang aku lakukan untukmu sia-sia sekarang.

Semoga engkau bahagia dengan dia yang jadi pilihanmu.

Rabu, 18 Desember 2013

dilemma

Wed, Dec 18 2013
18:22


entah kenapa senja sore ini lebih pahit dari senja kemarin.
Langit yang mendung mewakili suasana hatiku sekarang.
Dilema. Itu yang sedang aku rasakan sekarang.
antara bertahan atau melepaskan ? yakin kalau melepaskan akan bahagia? Tak semudah itu
Ini masalah hati dan perasaan. Cinta memainkan perannya lewat isyarat, namun tak setiap isyarat itu dapat menjelaskan, mana yang harus kujalani.
Ya Tuhan, apa mencintainya harus sesakit ini?
Apa air mataku harus menetes tiap malamnya ?
Atau hatiku yang terlalu rapuh ?
Atau aku yang belum bisa menerima kenyataan?
Entah.
Jujur aku tak ingin mengeluh ya Tuhan,
aku hanya ingin berada di dekap-Mu agar hatiku yang sedang kacau ini dapat tenang, meski hanya sebentar
Ya Rabb, peluk aku dengan kasih-Mu agar aku lebih bisa menerima keadaan ini.

Aku bingung.
haruskah aku bertahan dalam keadaan yang demikian?
aku lelah.
Namun aku juga tak semudah itu melepaskanmu.
Aku hanya ingin menghiburmu di keadaanmu seperti ini.
Tapi sang waktu seakan tak mengizinkan kita untuk bertemu.
Ya Rabb.
Jangan biarkan aku menangis malam ini apapun alasannya.
Entah harus kepada siapa lagi aku berkeluh kesah.

apa salahku hadir dikehidupanmu?
atau aku yang tidak bisa mengerti ?
Rasanya seperti berada di dalam kandang buaya, dan di luar kandang ada harimau yang siap menerkam ketika kita melarikan diri.
Pilihannya adalah :
1. tetap bertahan di kandag buaya, atau
2. melarikan diri lalu dikejar oleh harimau.

Intinya, setiap pilihan itu ada resikonya.
Baik atau buruk pasti akan berdampak pada diri kita nantinya.

Tapi yakinkah kita akan pilihan yang kita pilih?
ya Rabb... jauhkan hamba dari segala keraguan.


Senin, 16 Desember 2013

bahagia ?

Dec 16 , 2013
19:50 pm. Tue


Bahagia ? bukan kah itu adalah hak setiap orang ?
Namun tidak untuk aku.
Aku menyayangi nya, namun aku (merasa) tidak bahagia.
Bila melepas mu adalah kebahagian, maka akan kulakukan itu dari dulu.
Namun aku tak ingin melepasmu,
aku belajar menghargai sebuah hubungan, aku tahu betapa berharga nya seseorang saat dia tak bersama kita lagi.
satu-satunya alasan aku bertahan adalah : aku mencintai mu.
Banyak orang bertanya, "memangnya dia bahagia mu? kok sampai bertahan kayak gitu"
dan ada juga yang berkata "gausah munafik, aku tahu kamu nggak bahagia. Lepasin aja kalo menyakiti"
Tapi aku memilih bertahan.
Kenapa?
karena aku yakin suatu saat ini rasa rinduku kepadamu akan terbalaskan.
karena aku yakin suatu saat rasa cinta ini akan terus tumbuh dan engkau akan mengerti kenapa engkau menjadi alasanku untuk bertahan.

Aku mencoba untuk selalu mengerti posisi masa-masa sulitmu. Aku tahu betapa rumit masalah yang kau hadapi.
Aku mencoba bersikap tenang dan tegar di depanmu, Seolah tidak terjadi apa-apa. Ya, itu memang keahlian ku sebagai wanita. Kami, (wanita) memang pandai berpura-pura dalam hal perasaan.
Kami bukan makhluk cengeng, tetapi kami lebih mudah untuk menggambarkan kesedihan dengan air mata, melukiskan bahagia dengan tawa, bahkan kami pandai melukiskan senyum meski hati dilanda kelabu.
Namun, saat aku dibelakang mu, apa yang terjadi?
Tangis kami meledak.
Tawa yang kami lukis berubah menjadi airmata.
Ya itulah uniknya kami.

mungkin sekarang yang bisa aku lakukan hanya : Mengerti , mengerti, dan mengerti.
itulah yang harus kulakukan sekarang.
karena aku tak tahu harus bagaimana lagi terhadapmu.
Aku hanya tak ingin menambah beban pikiranmu.
Tapi sebagai perempuan aku juga butuh perhatian, dimanjakan, aku butuh pundak untuk bersandar, butuh raga untuk dipeluk. 
dan di saat aku rapuh aku butuh seseorang untuk diajak curhat, dan aku tidak bisa melakukannya.


Namun,
Sanggupkah aku bertahan?
Sampai kapan?
Aku tak tahu pasti.
biar waktu yang menjawabnya.

kepada engkau dengan penuh keyakinan akan cinta,
kepada engkau dengan penuh keraguan akan bahagia,

akankah engkau menjadi pelabuhan akhir cintaku?

Senin, 06 Januari 2014

do you ever think?


i

please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Do you ever think if it will happen to us? to our relationship, especially me?
It hurts most.
I'm broken. No Hope.
What did you want from me?
A new hurt ?
I'm not your rest!


Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.

Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.

Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.

Do you ever think?

Jan 06 2014
10.25pm




Senin, 30 Desember 2013

the thing that I couldn't explain

mengapa cinta membuatku mencintaimu ketika pada saat yg sama kau mencintai orang yang bukan aku? 
ketika telah siap membuka hati, akupun harus siap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?

Ia adalah alasan mengapa airmata ini menetes
Ia adalah alasan mengapa hati ini terluka
Ia ada karena sebuah alasan : cinta.

Cinta.


Bagaimana bisa kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau juga buat luka yg baru ?
Bagaimana bisa kau datang membawa asa, namun kau jatuhkan air mata?

Waktupun tak dapat menjawabnya.
Meski kadang ia tahu kau sempat torehkan luka
Dipermukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata
kita begitu fasih menjatuhkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan
Sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkari hatimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat
aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam yang tak pernah ku harapkan datang
kita begitu hafal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara untuk bertahan
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai
tentang berjuta rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain
Jauh dari yang tak pernah kembali
Jauh dari yang pernah terjadi

Pernahkah kamu berpikir,
bagaimana seandainya kalau aku dan kamu menjadi pasangan paling hebat di dunia?
ataukah kita akan menjadi pasangan paling tidak waras di dunia?
Bukankah sebelum kita bertemu, aku baik-baik saja tanpa kau?
dan kau juga baik-baik saja tanpa aku?
Bukankah sebelum kita bertemu semuanya bergerak seperti biasa dan apa adanya?
Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah bahagia menjadi luka, untuk apa ia ada?


Dec 30 2013
05.25 pm


Senin, 23 Desember 2013

Jogjakarta momments

JOGJAKARTA
the place which much momments begin..
happiness or sadness,
My Lovelytown!

there are some picts when my friends and I went there at November 28, 2013

Malioboro




Menara Tugu Jogjakarta

ardian ngeksis 




The House Of Raminten Jogjakarta

nasi kucing nih... tapi cukup mengenyangkan :D

santapo lezatto


yang ini hidangan part 2

ketemuan sama Prima, sahabat sejak SMA

These pictures are Made in Jogja at October 28 2013
Still miss you Jogjakarta! :D


I'm falling for you, you're falling for HER :')

Perpisahan, inilah akhirnya.
Harusnya aku menyadari, bahwa kebahagiaan itu bukan milik kita.
Karena bila bahagia itu adalah milik kita, tak akan pernah berakhir dengan kepedihan!
Kita bertemu untuk dipisahkan, bukankah begitu?
Aku sudah memberimu pilihan, aku akan memaafkanmu bila kau mau berubah, atau berpisah dan jangan pernah ada lagi komunikasi diantara kita.
Karena aku tahu, mengingatmu adalah hal yang menyakitkan.
Dan kau telah memilih.
Kau hanya berkata tidak ingin lagi menyakitiku.

Maaf, bila aku tidak bisa menjadi dia yg kamu anggap selalu 'sempurna' meski dia selalu torehkan luka di hatimu.
Dia yang selalu menjadi nomor 1 di hatimu.
Aku yang terlalu bodoh untuk menyadari, bahwa aku hanyalah jeda di kehidupanmu.
Kau dekatiku hanya untuk membuat dia kembali bukan?
Dan sekarang semua yang kau inginkan sudah terjadi.

Mendua tepat didepanku, aku melihatnya sendiri.
Ya Tuhan,
setega itukah dia?
Aku tidak menyangka.
Bagaimana bisa dia yang menghapus airmataku selama ini, dan dia juga yang membuat hatiku hancur?
Orang yang selama ini membuatku tertawa, dia lah yang membuat tangis ku paling kencang, dialah yang membuat luka di hatiku.

Dan sekarang aku sadar, mungkin aku tidak bisa menjadi seperti dia yang kau mau.
dan aku sadar, dia lebih baik dariku.
Melepasmu walaupun berat, harus aku lakukan.
Karena aku menyayangi hatiku.
Sudah cukup luka yang kau torehkan selama ini.
Sudah cukup airmata yang jatuh karenamu.

Dan yang aku tahu sekarang adalah, 
Mengapa Alloh mempertemukan aku denganmu?
karena Dia ingin aku lebih KUAT dari sebelumnya.
karena Dia ingin aku belajar tegar.
karena hidup yang sesungguhnya itu tak mudah.


kepada kamu yang pernah menjadi nomor 1 di hatiku,
kepada kamu yang dulunya aku cintai sepenuh hati dan jiwa
kepada kamu yang senantiasa membuatku tersenyum dan tertawa,
Terima Kasih, karena memberiku pelajaran :
menyadarkanku bahwa semua yang kulakukan untukmu hanyalah sia-sia

Terima Kasih kepada Alloh swt Sang Maha Cinta.
karena telah menyadarkanku, bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukku.


#quote : Jika kau lelah menghapus airmata mu karena dia,lebih baik kau menghapus dia yang terus membuatmu terluka dari hidupmu.
Mario Teguh.

Dec 24 2013
10:45 am

falling for you :')

Dec 22 2013
11: 50 pm

Ya Alloh,
Inikah kenyataan yg harus hamba alami ?
Kepada dia yg aku cinta, inikah balasannya?
Mendua.
Pedih memang.
Bagaimana bisa kau menjatuhkan pilihan di keduanya?
Bagaimana bisa kau membahagiakan 1 hati sedangkan hati yg lainnya tersakiti ?
Engkau pernah berjanji, bahwa tiada lagi kata ‘dia’ di kehidupan cinta kita.
Namun apa yg terjadi ?
Ya Tuhan
Inikah makna cinta yang sesungguhnya?
Menyakitkan.
Bagiku cinta tak pernah berakhir bahagia.
Kalau cinta sejati itu ada, pasti Juliet tidak akan pernah meninggalkan romeo
Begitu pula dengan rama & sinta.
Tapi cinta berkehendak lain. Cinta memisahkan hubungan antara kedua nya.
Sesungguhnya aku menyadari, aku tidak akan pernah bisa menjadi pengganti dia.
Sosok yang terlalu sempurna untuk mengisi ruang hatimu.
Bodohnya, aku tak pernah menyadari.
Aku hanya terlalu bergantung pada harapan.
Harapan yang harusnya aku kubur dalam-dalam sedari dulu.

Aku mencintaimu
(mungkin) keputusan terbodohku yang pernah aku buat.
Ya Alloh, dimana pemikiranku berada?
Aku mencintai seseorang yang jelas-jelas menyimpan separuh hatinya untuk orang lain.
BODOH !
Filosofi cinta memang sulit dipikir dengan logika.
BODOHnya lagi, seburuk apapun perlakuan dia yg kau cinta terhadapmu, engkau akan selalu memaafkan kesalahannya. Meski hatimu hancur sekalipun? YA !

Ya Alloh,
Aku bisa apa sekarang?
Aku dulu mungkin masih bisa mengerti mengerti dan mengerti akan permasalahan yg kau hadapi di rumah.
Dan aku memilih bertahan.
Alasannya 1 : cinta. Apa itu kurang jelas?
Aku terlanjur memberikan seluruh hatiku untukmu, lalu inikah balasannya?
Seakan akan kau remukkan hati itu lalu membuangnya jauh-jauh dari kehidupanmu.
Dimana hatimu wahai lelaki?
Kami sbg wanita (mungkin) hanya bisa meratapinya.
SAKIT memang, namun apa yg bisa aku lakukan?
Semua yang aku lakukan untukmu sia-sia sekarang.

Semoga engkau bahagia dengan dia yang jadi pilihanmu.

Rabu, 18 Desember 2013

dilemma

Wed, Dec 18 2013
18:22


entah kenapa senja sore ini lebih pahit dari senja kemarin.
Langit yang mendung mewakili suasana hatiku sekarang.
Dilema. Itu yang sedang aku rasakan sekarang.
antara bertahan atau melepaskan ? yakin kalau melepaskan akan bahagia? Tak semudah itu
Ini masalah hati dan perasaan. Cinta memainkan perannya lewat isyarat, namun tak setiap isyarat itu dapat menjelaskan, mana yang harus kujalani.
Ya Tuhan, apa mencintainya harus sesakit ini?
Apa air mataku harus menetes tiap malamnya ?
Atau hatiku yang terlalu rapuh ?
Atau aku yang belum bisa menerima kenyataan?
Entah.
Jujur aku tak ingin mengeluh ya Tuhan,
aku hanya ingin berada di dekap-Mu agar hatiku yang sedang kacau ini dapat tenang, meski hanya sebentar
Ya Rabb, peluk aku dengan kasih-Mu agar aku lebih bisa menerima keadaan ini.

Aku bingung.
haruskah aku bertahan dalam keadaan yang demikian?
aku lelah.
Namun aku juga tak semudah itu melepaskanmu.
Aku hanya ingin menghiburmu di keadaanmu seperti ini.
Tapi sang waktu seakan tak mengizinkan kita untuk bertemu.
Ya Rabb.
Jangan biarkan aku menangis malam ini apapun alasannya.
Entah harus kepada siapa lagi aku berkeluh kesah.

apa salahku hadir dikehidupanmu?
atau aku yang tidak bisa mengerti ?
Rasanya seperti berada di dalam kandang buaya, dan di luar kandang ada harimau yang siap menerkam ketika kita melarikan diri.
Pilihannya adalah :
1. tetap bertahan di kandag buaya, atau
2. melarikan diri lalu dikejar oleh harimau.

Intinya, setiap pilihan itu ada resikonya.
Baik atau buruk pasti akan berdampak pada diri kita nantinya.

Tapi yakinkah kita akan pilihan yang kita pilih?
ya Rabb... jauhkan hamba dari segala keraguan.


Senin, 16 Desember 2013

bahagia ?

Dec 16 , 2013
19:50 pm. Tue


Bahagia ? bukan kah itu adalah hak setiap orang ?
Namun tidak untuk aku.
Aku menyayangi nya, namun aku (merasa) tidak bahagia.
Bila melepas mu adalah kebahagian, maka akan kulakukan itu dari dulu.
Namun aku tak ingin melepasmu,
aku belajar menghargai sebuah hubungan, aku tahu betapa berharga nya seseorang saat dia tak bersama kita lagi.
satu-satunya alasan aku bertahan adalah : aku mencintai mu.
Banyak orang bertanya, "memangnya dia bahagia mu? kok sampai bertahan kayak gitu"
dan ada juga yang berkata "gausah munafik, aku tahu kamu nggak bahagia. Lepasin aja kalo menyakiti"
Tapi aku memilih bertahan.
Kenapa?
karena aku yakin suatu saat ini rasa rinduku kepadamu akan terbalaskan.
karena aku yakin suatu saat rasa cinta ini akan terus tumbuh dan engkau akan mengerti kenapa engkau menjadi alasanku untuk bertahan.

Aku mencoba untuk selalu mengerti posisi masa-masa sulitmu. Aku tahu betapa rumit masalah yang kau hadapi.
Aku mencoba bersikap tenang dan tegar di depanmu, Seolah tidak terjadi apa-apa. Ya, itu memang keahlian ku sebagai wanita. Kami, (wanita) memang pandai berpura-pura dalam hal perasaan.
Kami bukan makhluk cengeng, tetapi kami lebih mudah untuk menggambarkan kesedihan dengan air mata, melukiskan bahagia dengan tawa, bahkan kami pandai melukiskan senyum meski hati dilanda kelabu.
Namun, saat aku dibelakang mu, apa yang terjadi?
Tangis kami meledak.
Tawa yang kami lukis berubah menjadi airmata.
Ya itulah uniknya kami.

mungkin sekarang yang bisa aku lakukan hanya : Mengerti , mengerti, dan mengerti.
itulah yang harus kulakukan sekarang.
karena aku tak tahu harus bagaimana lagi terhadapmu.
Aku hanya tak ingin menambah beban pikiranmu.
Tapi sebagai perempuan aku juga butuh perhatian, dimanjakan, aku butuh pundak untuk bersandar, butuh raga untuk dipeluk. 
dan di saat aku rapuh aku butuh seseorang untuk diajak curhat, dan aku tidak bisa melakukannya.


Namun,
Sanggupkah aku bertahan?
Sampai kapan?
Aku tak tahu pasti.
biar waktu yang menjawabnya.

kepada engkau dengan penuh keyakinan akan cinta,
kepada engkau dengan penuh keraguan akan bahagia,

akankah engkau menjadi pelabuhan akhir cintaku?