that's the REAL life.

Senin, 16 Desember 2013

bahagia ?

Dec 16 , 2013
19:50 pm. Tue


Bahagia ? bukan kah itu adalah hak setiap orang ?
Namun tidak untuk aku.
Aku menyayangi nya, namun aku (merasa) tidak bahagia.
Bila melepas mu adalah kebahagian, maka akan kulakukan itu dari dulu.
Namun aku tak ingin melepasmu,
aku belajar menghargai sebuah hubungan, aku tahu betapa berharga nya seseorang saat dia tak bersama kita lagi.
satu-satunya alasan aku bertahan adalah : aku mencintai mu.
Banyak orang bertanya, "memangnya dia bahagia mu? kok sampai bertahan kayak gitu"
dan ada juga yang berkata "gausah munafik, aku tahu kamu nggak bahagia. Lepasin aja kalo menyakiti"
Tapi aku memilih bertahan.
Kenapa?
karena aku yakin suatu saat ini rasa rinduku kepadamu akan terbalaskan.
karena aku yakin suatu saat rasa cinta ini akan terus tumbuh dan engkau akan mengerti kenapa engkau menjadi alasanku untuk bertahan.

Aku mencoba untuk selalu mengerti posisi masa-masa sulitmu. Aku tahu betapa rumit masalah yang kau hadapi.
Aku mencoba bersikap tenang dan tegar di depanmu, Seolah tidak terjadi apa-apa. Ya, itu memang keahlian ku sebagai wanita. Kami, (wanita) memang pandai berpura-pura dalam hal perasaan.
Kami bukan makhluk cengeng, tetapi kami lebih mudah untuk menggambarkan kesedihan dengan air mata, melukiskan bahagia dengan tawa, bahkan kami pandai melukiskan senyum meski hati dilanda kelabu.
Namun, saat aku dibelakang mu, apa yang terjadi?
Tangis kami meledak.
Tawa yang kami lukis berubah menjadi airmata.
Ya itulah uniknya kami.

mungkin sekarang yang bisa aku lakukan hanya : Mengerti , mengerti, dan mengerti.
itulah yang harus kulakukan sekarang.
karena aku tak tahu harus bagaimana lagi terhadapmu.
Aku hanya tak ingin menambah beban pikiranmu.
Tapi sebagai perempuan aku juga butuh perhatian, dimanjakan, aku butuh pundak untuk bersandar, butuh raga untuk dipeluk. 
dan di saat aku rapuh aku butuh seseorang untuk diajak curhat, dan aku tidak bisa melakukannya.


Namun,
Sanggupkah aku bertahan?
Sampai kapan?
Aku tak tahu pasti.
biar waktu yang menjawabnya.

kepada engkau dengan penuh keyakinan akan cinta,
kepada engkau dengan penuh keraguan akan bahagia,

akankah engkau menjadi pelabuhan akhir cintaku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 16 Desember 2013

bahagia ?

Dec 16 , 2013
19:50 pm. Tue


Bahagia ? bukan kah itu adalah hak setiap orang ?
Namun tidak untuk aku.
Aku menyayangi nya, namun aku (merasa) tidak bahagia.
Bila melepas mu adalah kebahagian, maka akan kulakukan itu dari dulu.
Namun aku tak ingin melepasmu,
aku belajar menghargai sebuah hubungan, aku tahu betapa berharga nya seseorang saat dia tak bersama kita lagi.
satu-satunya alasan aku bertahan adalah : aku mencintai mu.
Banyak orang bertanya, "memangnya dia bahagia mu? kok sampai bertahan kayak gitu"
dan ada juga yang berkata "gausah munafik, aku tahu kamu nggak bahagia. Lepasin aja kalo menyakiti"
Tapi aku memilih bertahan.
Kenapa?
karena aku yakin suatu saat ini rasa rinduku kepadamu akan terbalaskan.
karena aku yakin suatu saat rasa cinta ini akan terus tumbuh dan engkau akan mengerti kenapa engkau menjadi alasanku untuk bertahan.

Aku mencoba untuk selalu mengerti posisi masa-masa sulitmu. Aku tahu betapa rumit masalah yang kau hadapi.
Aku mencoba bersikap tenang dan tegar di depanmu, Seolah tidak terjadi apa-apa. Ya, itu memang keahlian ku sebagai wanita. Kami, (wanita) memang pandai berpura-pura dalam hal perasaan.
Kami bukan makhluk cengeng, tetapi kami lebih mudah untuk menggambarkan kesedihan dengan air mata, melukiskan bahagia dengan tawa, bahkan kami pandai melukiskan senyum meski hati dilanda kelabu.
Namun, saat aku dibelakang mu, apa yang terjadi?
Tangis kami meledak.
Tawa yang kami lukis berubah menjadi airmata.
Ya itulah uniknya kami.

mungkin sekarang yang bisa aku lakukan hanya : Mengerti , mengerti, dan mengerti.
itulah yang harus kulakukan sekarang.
karena aku tak tahu harus bagaimana lagi terhadapmu.
Aku hanya tak ingin menambah beban pikiranmu.
Tapi sebagai perempuan aku juga butuh perhatian, dimanjakan, aku butuh pundak untuk bersandar, butuh raga untuk dipeluk. 
dan di saat aku rapuh aku butuh seseorang untuk diajak curhat, dan aku tidak bisa melakukannya.


Namun,
Sanggupkah aku bertahan?
Sampai kapan?
Aku tak tahu pasti.
biar waktu yang menjawabnya.

kepada engkau dengan penuh keyakinan akan cinta,
kepada engkau dengan penuh keraguan akan bahagia,

akankah engkau menjadi pelabuhan akhir cintaku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar