that's the REAL life.

Selasa, 24 November 2020

Bersyukur ; sudahkah?

 Assalammualaikum wr wb..

Annyeong ~

Hello again!


Hari ini hampir satu bulan dirumah. Full time, as a mom. Setelah 'disuruh' resign for a while.

Awalnya stress banget, hari-hari yg biasanya diisi kesibukan 2 peran, lalu berubah jadi 1 peran...

Harusnya sih lebih santai ya, tapi yg terjadi malah sebaliknya, hehe.

Awal yg berat....proses adaptasi ya ga sih?

Seminggu di awali dengan tumbang-tepar-remuk di badan, karena badan yg biasanya dipaksa kerja kesini kesana, trus tiba2 jadi kaum rebahan?

Ahh. Rasanya (harusnya) enjoy ya...

Oooo tapi tidak semudah itu ferguso~~

Suara serak, badan pegal ,batuk flu melanda...dan finally masuk angin pemirsa. Rasanya sungguh aduhai. Awalnya sibaby duluan, lalu mgkin imunku lagi ga fit jadinya ikut tertular :(

Untung si Bapak bakoh.

Well, akhirnya masa2 sulit itu terlewati, sekarang bisa leyeh2 dan do everything I want hehe.

Ya kalau dipikir sih kok kayaknya susah, tapi setelah di jalani ITS ok lah ya :))


Jadi keinget zaman baheula, zaman adaptasi macam lampau ; zaman setelah kelahiran si baby. Lebih tepatnya, masa nifas, dan lebih mengerikannya., Zaman baby blues. Nah! Ini dia.

Aku sempat mengalami baby blues dan hampir bunuh diri.

Why? Why?

Fiuhh.. akhirnya berani juga aku speak up.

*Menghela nafas*

FYI, aku hamil setelah 3 bulan pernikahan kami. Speechless, ga nyangka bgt bisa dikasih secepat ini sama Alloh SWT.

Alhamdulillah, amanah baru.

Perjuangan sewaktu hamil udah aku ceritakan, lalu we're back to another amazing experience after that~ 

Kelahiran baby adalah hal yg dinanti²kan oleh setiap pasangan, terutama ibu. Setelah penantian kurleb 9bulan 10 hari ( tapi aku lebih, karena babyku post date yg mengharuskan SC )

Degdegan awalnya, but ini jalan terbaik yg Alloh kasih supaya baby and I will be ok.

Akhirnya persalinan SC lancar, selama kurleb 7jam aku diobservasi di ruang pemulihan, yg mana aku cuma ditemani mertuaku, suami ku lagi ngurus BPJS setelah kelahiran baby.

Mertua ku yg ga bisa stay di ruang pemulihan, karena selalu mules dikarenakan sering mendengar tangisan bayi baru lahir di ruang itu.

Jadinya akupun lebih sering sendirian selama 7 jam itu.

Jadi bayangkan rasanya, setelah perut diiris2 I supposed to diperhatikan tapi kenyataan nya lebih sakit berdobel dobel setelah melahirkan normal.

Aku kesakitan. Aku butuh perhatian. Dan ini yg membuatku baby blues...

So, here we go.

Masa itu adalah masa dimana aku merasa rendah diri, merasa tidak berharga dan merasa sendiri (awalnya) . Setelah melahirkan aku kira perjuangan ku usai, namun......perjuangan baru saja dimulai. Sanggupkah kamu sebagai seorang ibu baru?

Dimulai dari perkataan orang2 mengenai operasi SC yg katanya bad, susah sembuh, kenapa harus SC, dsb lah. Kemudian dilanjut dengan; babymu kecil. Item. Lalu ditambah dengan; gausah kasih ASI, sufor aja biar cepet gendut, lagipula kalau menyusui kamu nanti melar lho. Daaaaaan hal-hal mengerikan lainnya.

Itu semua sudah pernah aku dengar.

Hampir terbesit, ingin mengakhiri hidup namun aku yakin Alloh selalu bersamaku, berkali- kali aku berfikir, kalau aku mati bayiku sama siapa?


Big thanks to Bapak Suamik yang selalu mau mendengarkan keluh kesah ku. 

Aku sadar, dari sekian banyak.hal buruk yg kujalani, ada hal hal yg aku lupa : bersyukur.

Bersyukur bahwa persalinanku lancar, bersyukur bahwa anakku sehat, pup n pee lancar, ASI pun lancar, bahkan ia tidak pernah rewel ! Akupun heran, padahal setiap aku kerja, di rumah sakit bayi setelah dilahirkan itu selalu rewel, kenapa ia tidak?

Entahlah...aku tidak mau berpikir panjang.

Masya Alloh Alhamdulillah...cuma itu yg aku ucapkan.

Kadang hidup terasa berat dan kita pun lupa akan hal-hal istimewa yg Alloh hadirkan.

Bahkan sampai skrg pun usia anakku yg ketiga tahun, dia hampir.jaraaang sekali rewel. Rewelpun kalau kecapekan saja.

Minum susu gampang. Makan gampang.

Makin aktif dan kritis.

Alhamdulillah.

Cuma ya tetep, banyak polah is the key...hehe

Tapi aku ambil sisi positifnya, yg penting anakku sehat.

Lalu kenapa kita harus memikirkan suatu hal negatif saja? Padahal Alloh SWT menciptakan nya 1 paket? Ada positif dan negatif, tinggal bagaimana kita menyikapi nya...


Semoga kita semua selalu diberi rasa syukur yg tanpa batas. Dijauhkan dari rasa kufur dan suudzon.

Aamiin ya Rabbal alamiin.


See U next post moms :)



REALITA,

Its the real me..


Wassalamu'alaikum wr wb


25 November 2020

03.40 am



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 24 November 2020

Bersyukur ; sudahkah?

 Assalammualaikum wr wb..

Annyeong ~

Hello again!


Hari ini hampir satu bulan dirumah. Full time, as a mom. Setelah 'disuruh' resign for a while.

Awalnya stress banget, hari-hari yg biasanya diisi kesibukan 2 peran, lalu berubah jadi 1 peran...

Harusnya sih lebih santai ya, tapi yg terjadi malah sebaliknya, hehe.

Awal yg berat....proses adaptasi ya ga sih?

Seminggu di awali dengan tumbang-tepar-remuk di badan, karena badan yg biasanya dipaksa kerja kesini kesana, trus tiba2 jadi kaum rebahan?

Ahh. Rasanya (harusnya) enjoy ya...

Oooo tapi tidak semudah itu ferguso~~

Suara serak, badan pegal ,batuk flu melanda...dan finally masuk angin pemirsa. Rasanya sungguh aduhai. Awalnya sibaby duluan, lalu mgkin imunku lagi ga fit jadinya ikut tertular :(

Untung si Bapak bakoh.

Well, akhirnya masa2 sulit itu terlewati, sekarang bisa leyeh2 dan do everything I want hehe.

Ya kalau dipikir sih kok kayaknya susah, tapi setelah di jalani ITS ok lah ya :))


Jadi keinget zaman baheula, zaman adaptasi macam lampau ; zaman setelah kelahiran si baby. Lebih tepatnya, masa nifas, dan lebih mengerikannya., Zaman baby blues. Nah! Ini dia.

Aku sempat mengalami baby blues dan hampir bunuh diri.

Why? Why?

Fiuhh.. akhirnya berani juga aku speak up.

*Menghela nafas*

FYI, aku hamil setelah 3 bulan pernikahan kami. Speechless, ga nyangka bgt bisa dikasih secepat ini sama Alloh SWT.

Alhamdulillah, amanah baru.

Perjuangan sewaktu hamil udah aku ceritakan, lalu we're back to another amazing experience after that~ 

Kelahiran baby adalah hal yg dinanti²kan oleh setiap pasangan, terutama ibu. Setelah penantian kurleb 9bulan 10 hari ( tapi aku lebih, karena babyku post date yg mengharuskan SC )

Degdegan awalnya, but ini jalan terbaik yg Alloh kasih supaya baby and I will be ok.

Akhirnya persalinan SC lancar, selama kurleb 7jam aku diobservasi di ruang pemulihan, yg mana aku cuma ditemani mertuaku, suami ku lagi ngurus BPJS setelah kelahiran baby.

Mertua ku yg ga bisa stay di ruang pemulihan, karena selalu mules dikarenakan sering mendengar tangisan bayi baru lahir di ruang itu.

Jadinya akupun lebih sering sendirian selama 7 jam itu.

Jadi bayangkan rasanya, setelah perut diiris2 I supposed to diperhatikan tapi kenyataan nya lebih sakit berdobel dobel setelah melahirkan normal.

Aku kesakitan. Aku butuh perhatian. Dan ini yg membuatku baby blues...

So, here we go.

Masa itu adalah masa dimana aku merasa rendah diri, merasa tidak berharga dan merasa sendiri (awalnya) . Setelah melahirkan aku kira perjuangan ku usai, namun......perjuangan baru saja dimulai. Sanggupkah kamu sebagai seorang ibu baru?

Dimulai dari perkataan orang2 mengenai operasi SC yg katanya bad, susah sembuh, kenapa harus SC, dsb lah. Kemudian dilanjut dengan; babymu kecil. Item. Lalu ditambah dengan; gausah kasih ASI, sufor aja biar cepet gendut, lagipula kalau menyusui kamu nanti melar lho. Daaaaaan hal-hal mengerikan lainnya.

Itu semua sudah pernah aku dengar.

Hampir terbesit, ingin mengakhiri hidup namun aku yakin Alloh selalu bersamaku, berkali- kali aku berfikir, kalau aku mati bayiku sama siapa?


Big thanks to Bapak Suamik yang selalu mau mendengarkan keluh kesah ku. 

Aku sadar, dari sekian banyak.hal buruk yg kujalani, ada hal hal yg aku lupa : bersyukur.

Bersyukur bahwa persalinanku lancar, bersyukur bahwa anakku sehat, pup n pee lancar, ASI pun lancar, bahkan ia tidak pernah rewel ! Akupun heran, padahal setiap aku kerja, di rumah sakit bayi setelah dilahirkan itu selalu rewel, kenapa ia tidak?

Entahlah...aku tidak mau berpikir panjang.

Masya Alloh Alhamdulillah...cuma itu yg aku ucapkan.

Kadang hidup terasa berat dan kita pun lupa akan hal-hal istimewa yg Alloh hadirkan.

Bahkan sampai skrg pun usia anakku yg ketiga tahun, dia hampir.jaraaang sekali rewel. Rewelpun kalau kecapekan saja.

Minum susu gampang. Makan gampang.

Makin aktif dan kritis.

Alhamdulillah.

Cuma ya tetep, banyak polah is the key...hehe

Tapi aku ambil sisi positifnya, yg penting anakku sehat.

Lalu kenapa kita harus memikirkan suatu hal negatif saja? Padahal Alloh SWT menciptakan nya 1 paket? Ada positif dan negatif, tinggal bagaimana kita menyikapi nya...


Semoga kita semua selalu diberi rasa syukur yg tanpa batas. Dijauhkan dari rasa kufur dan suudzon.

Aamiin ya Rabbal alamiin.


See U next post moms :)



REALITA,

Its the real me..


Wassalamu'alaikum wr wb


25 November 2020

03.40 am



Tidak ada komentar:

Posting Komentar