ketika telah siap membuka hati, akupun harus siap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Ia adalah alasan mengapa airmata ini menetes
Ia adalah alasan mengapa hati ini terluka
Ia ada karena sebuah alasan : cinta.
Cinta.
Bagaimana bisa kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau juga buat luka yg baru ?
Bagaimana bisa kau datang membawa asa, namun kau jatuhkan air mata?
Waktupun tak dapat menjawabnya.
Meski kadang ia tahu kau sempat torehkan luka
Dipermukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata
kita begitu fasih menjatuhkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan
Sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkari hatimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat
aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam yang tak pernah ku harapkan datang
kita begitu hafal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara untuk bertahan
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai
tentang berjuta rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain
Jauh dari yang tak pernah kembali
Jauh dari yang pernah terjadi
Pernahkah kamu berpikir,
bagaimana seandainya kalau aku dan kamu menjadi pasangan paling hebat di dunia?
ataukah kita akan menjadi pasangan paling tidak waras di dunia?
Bukankah sebelum kita bertemu, aku baik-baik saja tanpa kau?
dan kau juga baik-baik saja tanpa aku?
Bukankah sebelum kita bertemu semuanya bergerak seperti biasa dan apa adanya?
Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah bahagia menjadi luka, untuk apa ia ada?
Dec 30 2013
05.25 pm












