that's the REAL life.
-
jangan salah kan aku bila aku merasaa.. terbiasa dengan segala keadaan yg memaksa ku pasrah.. bukan cinta ini yg memudar.. tapi kau yang ...
-
rasa ini, yang telah menatap dalam hati ini selama beberapa detik,menit , jam, hari, bahkan bulan.. haruskah sirna begitu saja ? haruskah ...
-
Happy Graduation, Thaa! setelah menempuh pendidikan *kuranglebih* 3 tahun lamanya, finally I get this title! :) seneng, sedih, bahagia, ba...
-
November, 09.11.12 holaaaa :D ini dia foto pra pendidikan di RSUD dr.Moewardi tanggal 1-2November kemaren :) rasanya ayemmm banget u...
-
feel alone again yeeeee~ badmood, and lazy to do something. ummm. I just want to be with you dear. I'm sorry if I make you disappear...
-
Jelaskan padaku akan sebuah rasa. Rasa yang saat ini sedang aku rasakan. Jika aku boleh berharap, biarkan rasa ini tetap tinggal, untuk me...
-
Hello. Its hard to start. long time no say hi on this page~ Dear December, I've been made more changes into my life. Hope that wi...
-
hunting time! sekalian ngabuburit. puasa kedua Lokasi : edupark UMS solo photos by : Yayang (cewek, nama asli lho:p) 30 Juni 2014...
Sabtu, 13 September 2014
too much pain? who knows.
gatau knapa cuma bisa nulis yg sebenernya 'gabegitupenting'.
kenapa ya? aku merasa sendiri, disaat yg lain penuh dengan canda, tawa lepas, sedangkan aku : I show my fake smile.
how could it be?
Walaupun sebenernya aku gak bener" sendiri, aku masih punya orang tua yg lengkap, adik, bahkan saudara"ku masih ada. alhamdulillah. meskipun belum ketemu jodoh sih its not a problem. so whats the problem?
bukan masalah itu.
ini hal yg bahkan, aku sendiri tidak mengerti, kenapa harus terjadi.
aku berharap semua ini hanya mimpi ya Tuhan!
aku tidak ingin terus-terusan dibelenggu oleh hal yg seharusnya tidak begitu berpengaruh dalam hidupku.
Jujur, aku iri terhadap mereka yang bisa bahagia tanpa alasan.
bagaimana bisa? sedangkan aku disini mencari letak titik bahagia itu namun tak kudapat.
ada yg bilang : "bahagia itu, kita yg ciptain, bukan mereka"
iya, kita. iya, diri sendiri.
katanya lagi : "bahagia itu sederhana, tanpa membanding-bandingkan apa yg kita punya dengan apa yg dimiliki orang lain"
iya, bersyukur.
hal itu yg harus nya menjadi titik tumpuan dalam hidupku.
bukan, bukan karena aku tidak bersyukur, terlebih karena aku tidak ingin terlalu kufur nikmat.
betapa banyak nikmat-Mu yg bertubi-tubi Kau berikan padaku.
namun, kadang aku masih berasa ada yg kurang.
Bahagia.
bagaimana bisa aku menerima semua nikmat-Mu sementara aku tidak bisa bahagia ya Rabb?
hatiku seakan meringis menahan pilu.
bukan, bukan karena aku tidak bersyukur atas pemberianMu, aku hanya *kurang* bahagia..
entah karena apa aku pun tidak mengetahuinya.
Harus kah aku bertahan?
ataukah aku harus meninggalkan hal yg seharusnya aku diami dan syukuri?
namun bila aku bertahan, akan kah aku bahagia?
Aku hanya ingin bahagia, bagaimanapun caranya.
menikmati di setiap detik nafas ku dengan rasa lega, bukan dengan rasa tertekan.
Aku seperti kehilangan jati diri, aku merasa bukan diriku.
tempat ini membuat ku asing.
belum terbiasa? tidak mungkin. aku pernah mengalami masa yg lebih sulit dari ini dan aku bisa melaluinya.
Namun disini? who knows.
Aku tidak lelah untuk menjalani, aku hanya lelah mengerti, sampai kapan terus begini?
God, I need your hug. seriously. Right now.
I'm weak:(
Jumat, 12 September 2014
there's a will, there's a way
hai.
aku bingung memulai.
bukan karena aku tak mampu, namun karena aku ragu.
aku ragu aku tidak bisa menyelesaikannya setelah aku memulainya.
kenapa?
apa yang harus aku lakukan?
keadaan yang membuatku seakan terpojokkan.
Aku semula bahagia, karena nikmat yg terus-menerus Engkau berikan kepada ku
tapi kenapa tiba-tiba.....
ahh sudahlah.
aku bingung mengatakannya, hal yang aku alami sekarang, nikmat atau ujiankah ya Rabb?
mungkin aku belum terbiasa akan hal-hal yg harusnya aku alami,
mungkin aku harus beradaptasi mulai dari sekarang.......
bahwa aku harusnya sadar, inilah kenyataan yang harus aku jalani.
semua aku serahkan pada Mu ya Rabb....
sebagai manusia aku hanya bisa berdoa, berusaha dan bekerja, untuk hasilnya, Engkau yg menentukan...
semoga usaha ku selama ini ga sia-sia ya Rabb...
semua usaha dan doaku hanya ku persembahkan untuk mereka, kedua orang tuaku.
senyum mereka menguatkan ku :)
LIFE IS NEVER FLAT.
Kamis, 28 Agustus 2014
You're not my weakness (again)
hai, malam.
aku sengaja ingin menemanimu lebih lama, entah mengapa, hari-hari terakhir di bulan Agustus ini terasa, berat bagiku.
yah, smoga saja aku hanya berkhayal, dan smoga itu hanya prasaanku saja.
kamu.
bagaimana bisa masuk ke rumah dipikiranku tanpa mengetuk nya,lalu menetap berhari-hari disana?
bukankah kau telah pergi darinya? bukankah kau telah membuang kuncinya? bahkan kau lupa arah menuju kesana? Namun mengapa kau masih bisa berada disana?
Kau tau, aku tak pernah bisa mengusirmu. Aku hanya bisa tak menghiraukan mu, itu saja.
Kau pikir kau dengan kau memasuki pintu pikiran ku berarti kau bisa memasuki pintu hatiku?
TIDAK sama sekali.
aku sudah pernah terlalu rapuh untuk itu.
Kamu,
hanya sebatas jeda di kehidupanku.
Kamu tidak berhak berada di dalam pikiranku berlama-lama, pergilah! cari kehidupan yg lebih pantas kau diami. Karna aku, bukanlah seseorang yg pantas akan hal itu.
Kau tau? kau yg melemahkanku, kau juga yg kuatkan aku.
seperti kau yg asing kan aku di tengah gurun pasir, namun kau juga yg berikan aku air.
Tapi entah mengapa, sepertinya takdir tak pernah berpihak kepada kita, ya. kau dan aku.
atau memang belum saat nya?
atau harus beginikah?
aku memang pernah berharap, namun aku langsung menguburnya dalam-dalam setelah mendapati apa yg terjadi.
satu tahun.
Aku mencoba bangkit dan berdiri.
Hasilnya?
I'm stronger than I've ever been.
and did you know?
You're the reason why I became stronger, but you're not my weakness (again)
kamu aja bisa kok tanpa aku, masak aku enggak?
28.08.14
for you. the one that gone away.
Senin, 14 Juli 2014
hunting timee! #1
destiny will find that way
Senin, 06 Januari 2014
do you ever think?
i
please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.
Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.
Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.
Senin, 30 Desember 2013
the thing that I couldn't explain
ketika telah siap membuka hati, akupun harus siap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Ia adalah alasan mengapa airmata ini menetes
Ia adalah alasan mengapa hati ini terluka
Ia ada karena sebuah alasan : cinta.
Cinta.
Bagaimana bisa kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau juga buat luka yg baru ?
Bagaimana bisa kau datang membawa asa, namun kau jatuhkan air mata?
Waktupun tak dapat menjawabnya.
Meski kadang ia tahu kau sempat torehkan luka
Dipermukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata
kita begitu fasih menjatuhkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan
Sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkari hatimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat
aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam yang tak pernah ku harapkan datang
kita begitu hafal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara untuk bertahan
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai
tentang berjuta rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain
Jauh dari yang tak pernah kembali
Jauh dari yang pernah terjadi
Pernahkah kamu berpikir,
bagaimana seandainya kalau aku dan kamu menjadi pasangan paling hebat di dunia?
ataukah kita akan menjadi pasangan paling tidak waras di dunia?
Bukankah sebelum kita bertemu, aku baik-baik saja tanpa kau?
dan kau juga baik-baik saja tanpa aku?
Bukankah sebelum kita bertemu semuanya bergerak seperti biasa dan apa adanya?
Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah bahagia menjadi luka, untuk apa ia ada?
Sabtu, 13 September 2014
too much pain? who knows.
gatau knapa cuma bisa nulis yg sebenernya 'gabegitupenting'.
kenapa ya? aku merasa sendiri, disaat yg lain penuh dengan canda, tawa lepas, sedangkan aku : I show my fake smile.
how could it be?
Walaupun sebenernya aku gak bener" sendiri, aku masih punya orang tua yg lengkap, adik, bahkan saudara"ku masih ada. alhamdulillah. meskipun belum ketemu jodoh sih its not a problem. so whats the problem?
bukan masalah itu.
ini hal yg bahkan, aku sendiri tidak mengerti, kenapa harus terjadi.
aku berharap semua ini hanya mimpi ya Tuhan!
aku tidak ingin terus-terusan dibelenggu oleh hal yg seharusnya tidak begitu berpengaruh dalam hidupku.
Jujur, aku iri terhadap mereka yang bisa bahagia tanpa alasan.
bagaimana bisa? sedangkan aku disini mencari letak titik bahagia itu namun tak kudapat.
ada yg bilang : "bahagia itu, kita yg ciptain, bukan mereka"
iya, kita. iya, diri sendiri.
katanya lagi : "bahagia itu sederhana, tanpa membanding-bandingkan apa yg kita punya dengan apa yg dimiliki orang lain"
iya, bersyukur.
hal itu yg harus nya menjadi titik tumpuan dalam hidupku.
bukan, bukan karena aku tidak bersyukur, terlebih karena aku tidak ingin terlalu kufur nikmat.
betapa banyak nikmat-Mu yg bertubi-tubi Kau berikan padaku.
namun, kadang aku masih berasa ada yg kurang.
Bahagia.
bagaimana bisa aku menerima semua nikmat-Mu sementara aku tidak bisa bahagia ya Rabb?
hatiku seakan meringis menahan pilu.
bukan, bukan karena aku tidak bersyukur atas pemberianMu, aku hanya *kurang* bahagia..
entah karena apa aku pun tidak mengetahuinya.
Harus kah aku bertahan?
ataukah aku harus meninggalkan hal yg seharusnya aku diami dan syukuri?
namun bila aku bertahan, akan kah aku bahagia?
Aku hanya ingin bahagia, bagaimanapun caranya.
menikmati di setiap detik nafas ku dengan rasa lega, bukan dengan rasa tertekan.
Aku seperti kehilangan jati diri, aku merasa bukan diriku.
tempat ini membuat ku asing.
belum terbiasa? tidak mungkin. aku pernah mengalami masa yg lebih sulit dari ini dan aku bisa melaluinya.
Namun disini? who knows.
Aku tidak lelah untuk menjalani, aku hanya lelah mengerti, sampai kapan terus begini?
God, I need your hug. seriously. Right now.
I'm weak:(
Jumat, 12 September 2014
there's a will, there's a way
hai.
aku bingung memulai.
bukan karena aku tak mampu, namun karena aku ragu.
aku ragu aku tidak bisa menyelesaikannya setelah aku memulainya.
kenapa?
apa yang harus aku lakukan?
keadaan yang membuatku seakan terpojokkan.
Aku semula bahagia, karena nikmat yg terus-menerus Engkau berikan kepada ku
tapi kenapa tiba-tiba.....
ahh sudahlah.
aku bingung mengatakannya, hal yang aku alami sekarang, nikmat atau ujiankah ya Rabb?
mungkin aku belum terbiasa akan hal-hal yg harusnya aku alami,
mungkin aku harus beradaptasi mulai dari sekarang.......
bahwa aku harusnya sadar, inilah kenyataan yang harus aku jalani.
semua aku serahkan pada Mu ya Rabb....
sebagai manusia aku hanya bisa berdoa, berusaha dan bekerja, untuk hasilnya, Engkau yg menentukan...
semoga usaha ku selama ini ga sia-sia ya Rabb...
semua usaha dan doaku hanya ku persembahkan untuk mereka, kedua orang tuaku.
senyum mereka menguatkan ku :)
LIFE IS NEVER FLAT.
Kamis, 28 Agustus 2014
You're not my weakness (again)
hai, malam.
aku sengaja ingin menemanimu lebih lama, entah mengapa, hari-hari terakhir di bulan Agustus ini terasa, berat bagiku.
yah, smoga saja aku hanya berkhayal, dan smoga itu hanya prasaanku saja.
kamu.
bagaimana bisa masuk ke rumah dipikiranku tanpa mengetuk nya,lalu menetap berhari-hari disana?
bukankah kau telah pergi darinya? bukankah kau telah membuang kuncinya? bahkan kau lupa arah menuju kesana? Namun mengapa kau masih bisa berada disana?
Kau tau, aku tak pernah bisa mengusirmu. Aku hanya bisa tak menghiraukan mu, itu saja.
Kau pikir kau dengan kau memasuki pintu pikiran ku berarti kau bisa memasuki pintu hatiku?
TIDAK sama sekali.
aku sudah pernah terlalu rapuh untuk itu.
Kamu,
hanya sebatas jeda di kehidupanku.
Kamu tidak berhak berada di dalam pikiranku berlama-lama, pergilah! cari kehidupan yg lebih pantas kau diami. Karna aku, bukanlah seseorang yg pantas akan hal itu.
Kau tau? kau yg melemahkanku, kau juga yg kuatkan aku.
seperti kau yg asing kan aku di tengah gurun pasir, namun kau juga yg berikan aku air.
Tapi entah mengapa, sepertinya takdir tak pernah berpihak kepada kita, ya. kau dan aku.
atau memang belum saat nya?
atau harus beginikah?
aku memang pernah berharap, namun aku langsung menguburnya dalam-dalam setelah mendapati apa yg terjadi.
satu tahun.
Aku mencoba bangkit dan berdiri.
Hasilnya?
I'm stronger than I've ever been.
and did you know?
You're the reason why I became stronger, but you're not my weakness (again)
kamu aja bisa kok tanpa aku, masak aku enggak?
28.08.14
for you. the one that gone away.
Senin, 14 Juli 2014
hunting timee! #1
destiny will find that way
Senin, 06 Januari 2014
do you ever think?
i
please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.
Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.
Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.
Senin, 30 Desember 2013
the thing that I couldn't explain
ketika telah siap membuka hati, akupun harus siap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Ia adalah alasan mengapa airmata ini menetes
Ia adalah alasan mengapa hati ini terluka
Ia ada karena sebuah alasan : cinta.
Cinta.
Bagaimana bisa kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau juga buat luka yg baru ?
Bagaimana bisa kau datang membawa asa, namun kau jatuhkan air mata?
Waktupun tak dapat menjawabnya.
Meski kadang ia tahu kau sempat torehkan luka
Dipermukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata
kita begitu fasih menjatuhkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan
Sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkari hatimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat
aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam yang tak pernah ku harapkan datang
kita begitu hafal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara untuk bertahan
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai
tentang berjuta rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain
Jauh dari yang tak pernah kembali
Jauh dari yang pernah terjadi
Pernahkah kamu berpikir,
bagaimana seandainya kalau aku dan kamu menjadi pasangan paling hebat di dunia?
ataukah kita akan menjadi pasangan paling tidak waras di dunia?
Bukankah sebelum kita bertemu, aku baik-baik saja tanpa kau?
dan kau juga baik-baik saja tanpa aku?
Bukankah sebelum kita bertemu semuanya bergerak seperti biasa dan apa adanya?
Lalu jika yang mereka sebut cinta itu malah mengubah bahagia menjadi luka, untuk apa ia ada?