that's the REAL life.

Selasa, 30 Oktober 2012

story of HAPPINESS

21.10.12
hari yang begitu 'wah' buatku. ya, hari itu adalah hari dimana pertama kalinya aku ketemu sama camer ! rasanyaa sesuatuk !
aku gak pernah nyangka bakal kyk gini...
nyaman, betah dan hal lain yang gak bisa diungkap dengan kata.
aku ngerasain hal itu krna aku seperti...seperti ngrasain sebuah kehangatan keluarga, yang pernah hilang dari kehidupanku.
Mereka hidup bahagia, tanpa ada beban yang mereka rasakan. Rasa2nya aku ingin tinggal lebih lama lagii disini. .rasanya seperti ada yang menahanku untuk tetap tinggal. Tapi, waktu berkata lain.
Aku harus pulang karena hari sudah menjelang sore...
Bye Ibuk, embah, bulek, paklek..keponakan dan semuanya yang bakal bikin aku kangeeen sama kalian , termasuk kucing :D
sayangnyaa, aku gak ada foto nya :( mungkin saking seneng disana sampai lupa mengabadikan moment berharga itu :)
semoga kita ketemu lagi nanti bila waktunya tiba...
lovyuu ol my secondhome :*


"harta bisa dicari, tapi kebahagian? bukan dicari, tapi diciptakan.
karena HARTA bukan segalagalanya" 
kata embah.

that's why..

pernah gak sih kalian ngerasain yang namaya sendiri ? ya, SENDIRI !
meski kalian punya keluarga, sahabat dan bahkan pacar..kalian masih ngerasa sendiri..
ya itu yang aku rasain sekarang. rasanya kacau, punya masalah pun gak tau harus cerita ke siapa.
mesti kalian bertanya2, kenapa gak crita aja sama mereka?
gak smudah yang dibayangkan.
mending DIAM daripada bercerita pada mereka yang jangan kan mengerti, mendengar saja tidak mau.
nah lo, galau kaan ?
sedikit rumit memang.
aku tau mereka selalu ada buat aku,, kapan pun aku butuh.
tapii......aku yang memilih menjauh,, karena aku ingin liat , siapa yang bener2 peduli sama aku.
tapi ternyata, inilah hasilnya, tak disangka.
"kalo kamu butuh sesuatu, ngomong dong ! kalo kamu gak ngomong mana aku tau !"
berarti dia gak peka.
"aku bukan Tuhan yang selalu tau apa yang kamu butuhkan.."
aku cuma pengin kamu ngerti, itu lebih dari cukup.

makasih buat waktu yang telah kalian berikan buat aku selama ini.
mungkin bahkan raga dan nyawa hingga kau perjuangkan.
semua itu gak bakal hilang sia-sia.
dan hanya Allah yang tau niat baik seseorang..kalo kita berbuat baik, maka suatu saat kita juga akan dapat perlakuan yg baik pula.

Kamis, 11 Oktober 2012

sometimes. .

sometimes I feel bored with our relationship.
sometimes I think that our relationship will be over.
sometimes I suspicious with you, cause of her!
yes I mean HER is your ex gf absolutely.
I hate my past, your past and anything what happen to us when We fight.
surely , I can't be strong :(

but the situation forced me :(
I'm sure that I can be strong !
whenever my tears are falling down caused by YOU
cause I'm strong girl :)

Rabu, 09 Mei 2012

sama besties @ jogja :)

@ jogjakarta 23.06.2010
"biarkan saja hidup tak mudah, asal kau selalu ada... bersamaku." ( tentang mimpiku - mytha )

Kamis, 25 Agustus 2011

KISAH KUCING DALAM ISLAM


Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan menggemaskan telah mendapat tempat dihati banyak orang.

Mitos disekitar keberadaan Kucing

Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.


Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya.
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.
Ada juga cerita tentang seorang sufi di Iraq yang bernama Shibli, ia bermimpi dosa-dosanya diampuni setelah menyelamatkan nyawa seekor anak kucing dari bahaya.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.

Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan
Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.
Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.
Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.

Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?
Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.
Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.

Selasa, 30 Oktober 2012

story of HAPPINESS

21.10.12
hari yang begitu 'wah' buatku. ya, hari itu adalah hari dimana pertama kalinya aku ketemu sama camer ! rasanyaa sesuatuk !
aku gak pernah nyangka bakal kyk gini...
nyaman, betah dan hal lain yang gak bisa diungkap dengan kata.
aku ngerasain hal itu krna aku seperti...seperti ngrasain sebuah kehangatan keluarga, yang pernah hilang dari kehidupanku.
Mereka hidup bahagia, tanpa ada beban yang mereka rasakan. Rasa2nya aku ingin tinggal lebih lama lagii disini. .rasanya seperti ada yang menahanku untuk tetap tinggal. Tapi, waktu berkata lain.
Aku harus pulang karena hari sudah menjelang sore...
Bye Ibuk, embah, bulek, paklek..keponakan dan semuanya yang bakal bikin aku kangeeen sama kalian , termasuk kucing :D
sayangnyaa, aku gak ada foto nya :( mungkin saking seneng disana sampai lupa mengabadikan moment berharga itu :)
semoga kita ketemu lagi nanti bila waktunya tiba...
lovyuu ol my secondhome :*


"harta bisa dicari, tapi kebahagian? bukan dicari, tapi diciptakan.
karena HARTA bukan segalagalanya" 
kata embah.

that's why..

pernah gak sih kalian ngerasain yang namaya sendiri ? ya, SENDIRI !
meski kalian punya keluarga, sahabat dan bahkan pacar..kalian masih ngerasa sendiri..
ya itu yang aku rasain sekarang. rasanya kacau, punya masalah pun gak tau harus cerita ke siapa.
mesti kalian bertanya2, kenapa gak crita aja sama mereka?
gak smudah yang dibayangkan.
mending DIAM daripada bercerita pada mereka yang jangan kan mengerti, mendengar saja tidak mau.
nah lo, galau kaan ?
sedikit rumit memang.
aku tau mereka selalu ada buat aku,, kapan pun aku butuh.
tapii......aku yang memilih menjauh,, karena aku ingin liat , siapa yang bener2 peduli sama aku.
tapi ternyata, inilah hasilnya, tak disangka.
"kalo kamu butuh sesuatu, ngomong dong ! kalo kamu gak ngomong mana aku tau !"
berarti dia gak peka.
"aku bukan Tuhan yang selalu tau apa yang kamu butuhkan.."
aku cuma pengin kamu ngerti, itu lebih dari cukup.

makasih buat waktu yang telah kalian berikan buat aku selama ini.
mungkin bahkan raga dan nyawa hingga kau perjuangkan.
semua itu gak bakal hilang sia-sia.
dan hanya Allah yang tau niat baik seseorang..kalo kita berbuat baik, maka suatu saat kita juga akan dapat perlakuan yg baik pula.

Kamis, 11 Oktober 2012

sometimes. .

sometimes I feel bored with our relationship.
sometimes I think that our relationship will be over.
sometimes I suspicious with you, cause of her!
yes I mean HER is your ex gf absolutely.
I hate my past, your past and anything what happen to us when We fight.
surely , I can't be strong :(

but the situation forced me :(
I'm sure that I can be strong !
whenever my tears are falling down caused by YOU
cause I'm strong girl :)

Rabu, 09 Mei 2012

sama besties @ jogja :)

@ jogjakarta 23.06.2010
"biarkan saja hidup tak mudah, asal kau selalu ada... bersamaku." ( tentang mimpiku - mytha )

Kamis, 25 Agustus 2011

KISAH KUCING DALAM ISLAM


Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan menggemaskan telah mendapat tempat dihati banyak orang.

Mitos disekitar keberadaan Kucing

Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.


Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya.
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.
Ada juga cerita tentang seorang sufi di Iraq yang bernama Shibli, ia bermimpi dosa-dosanya diampuni setelah menyelamatkan nyawa seekor anak kucing dari bahaya.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.

Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan
Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.
Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.
Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.

Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?
Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.
Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.