that's the REAL life.

Senin, 06 Januari 2014

do you ever think?


i

please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Do you ever think if it will happen to us? to our relationship, especially me?
It hurts most.
I'm broken. No Hope.
What did you want from me?
A new hurt ?
I'm not your rest!


Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.

Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.

Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.

Do you ever think?

Jan 06 2014
10.25pm




Senin, 06 Januari 2014

do you ever think?


i

please,Dear.
Its not like a game! Its reality.
Do you ever think if it will happen to us? to our relationship, especially me?
It hurts most.
I'm broken. No Hope.
What did you want from me?
A new hurt ?
I'm not your rest!


Tuhan tolong, jauhkan diriku ini dari dirinya yg seakan terus membuat luka di hatiku.
Melihat dia berdiri di depanku, seolah memflashback kejadian malam itu.
Ya, malam itu.
Malam dimana aku mengetahui semua kebenaran.
Kita memang harusnya tak pernah tuliskan cerita yang tak pernah berujung.
Kita bahkan tak pernah mencoba mengenal satu sama lain!
Kita pun tak bisa terbuka dalam suatu hubungan.
Buktinya, kau lebih memilih bercerita masalah kita terhadap orang lain yang harusnya kita bicarakan dan mencari solusinya.
And, do you ever know?
Aku yang terus-terusan kau campakkan (dulu) tak pernah menceritakan kepada siapapun asal kau tahu!
Aku memendamnya sendiri, karena aku berfikir kau akan berubah.
Tapi semua perkiraanku itu salah besar.
Entah apa yang membuat ku begitu mempercayaimu, dulu.
Aku seakan tidak mengerti apa yg terjadi pada hubungan kita.
kita? aku dan kamu.
Kata "Kita" mungkin tak layak lagi untuk menjelaskan makna sebuah hubungan.

Ah, seandainya itu semua hanya mimpi
seandainya!
lalu sekarang aku harus terbangun, karena aku tak ingin terus-terusan berjalan dalam kelam
aku hanya ingin pulang
kembali.
Jauh darimu dan kenyataan pahit yang membuat hatiku terluka.
Rasanya sudah cukup luka yg kau buat: perlakuanmu terhadapku, masalah-masalah yg harusnya kita pendam dari orang lain dan (harusnya) saling terbuka, bukan menjelek-jelekkan ku seakan aku seperti anak kecil.
Kita sudah sama-sama dewasa, Boy.
Harusnya kita paham apa yang harus kita lakukan.

Ah, aku hanya ingin kembali
kembali bersama kesendirianku, meski tanpamu.
hingga aku bisa lupa seakan semua tentangmu
mengingatmu, hanya bisa menumbuhkan luka, atas semua perlakuanmu terhadapku.
Semua begitu, pahit dan menyakitkan.
Hanya aku yg merasakannya.
Kamu? Acuh begitu saja.

Do you ever think?

Jan 06 2014
10.25pm