ajining diri amarga saka lathi.
pernah denger ungkapan itu? ya. Itu pepatah jawa yang artinya kepribadian seseorang tercermin dari ucapannya.
Tak jarang zaman sekarang ini, banyak orang yang tak menggubris hal tersebut.
padahal menurut saya, hal tersebut adalah penilaian utama orang ketika pertama kenal dengan kita.
ironi bukan?
terlebih-lebih, menilai orag lain dengan rendah, padahal diri sendiri belum tentu baik.
sangat disayangkan, apabila kita termsuk orang-orang seperti itu. Astagfirullahaladzim.
Memang, kepribadian seseorang itu berbeda-beda.
Jadi, apa salahnya saling menghormati?
Kita manusia adalah makhluk sempurna, diciptakan bukan untuk meremehkan satu sama lain.
Pernah gak sih kita mikir, di luar sana masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari kita? dan di sisi lain kita malah sibuk meremehkan satu sama lain karena hal yang gak begitu penting : masalah HARGA BARANG.
hal sepele yang bisa bikik segalanya berubah!
begini, saya ilustrasikan :
Misal si A dan B berteman dekat. mereka berdua dr keluarga berkecukupan. Si A gemar membeli barang-barang mahal dan si B gemar membeli barang yang lebih murah dari A
si A mengatakan ke B apabila membeli barang itu jangan murahan, karena bahannya pasti tidak bagus
si B menjawab meski bahannya tidak bagus, tapi bila nyaman dipake apa masalahnya?
lalu si A marah pada B dan mengatakan bahwa si B mempunyai selera murahan.
nah hal tersebut cukup untuk menjelaskan ilustrasi kan?
pertanyaan saya, bagaimana bila anda berada pada posisi A? dan bagaimana pula bila anda berada pada posisi B ?
cuma karena mereka berdua beda pendapat, haruskah jadi masalah?
seandainya saya jadi A, saya akan melihat kondisi keluarga saya terlebih dahulu, bila kondisi keluarga terlebih dahulu, bukan menjadi orang konsumtif dan bersikap biasa terhadap orang-orang yg mempunyai selera dibawah saya, dan menjaga cara bicara saya terhadap orang lain.
dan jika saya jadi B, saya tidak akan mengubah pola pikir saya terhadap B, bila saya akan tetap menjadi diri saya tanpa menghiraukan kata" B meski kadang menyakitkan.
dalam sebuah hubungan pertemanan, satu kata menyakitkan mungkin akan dimaafkan..
tapi bila melupakan sangatlah sulit..
ya, saya pernah mengalaminya..
hal yg saya ingat salah satunya adalah ketika dia mengatakan bahwa
astagfirullahaladzim :(
hati nurani nya itu dimana?
mungkin sejak kecil kedua orang tuanya menanamkan hal tersebut..jadi kelihatan bila sudah dewasa.
coba kita lihat, orang-orang di luar sana uang Rp100.000,00 cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
betapa perih hati saya saat dikatakan demikian..
tapi saya harus memahami..
memang dia orangnya begitu..
suatu saat saya akan tau, kapan saat saya harus pergi..
agar tidak lagi merasakan sakit hati..
March 13 2013
12:12pm
with my tears, I hope you"ll know..what I feel when you talk about "price" to me.











